Membangun Migrasi Konsumen Nasional

 


Saya berharap, seharusnya perjuangan bertahan hidup bukanlah dengan cara yang besar memakan yang kecil ataupun yang kuat memangsa yang lemah (the big eats the small; the strong eats the weak). Hidup seharusnya berkolaborasi bekerjasama dengan baik dan berkompetisi ketat dengan sehat. Jelas saya menolak penakut, namun ditantang menjadi pecundang dan Bermain Diatas Sumberdaya orang lain adalah hal yang sebaiknya tidak dilakukan, dan tentu bukan cara saya. Karena seharusnya persaingan membuat kita lebih cepat dan sehat, sedangkan kolaborasi membuat kita lebih baik. Saya sudah open, mari kita lihat bagaimana realitas kedepannya.

Tentang bisnis Ajisaka Construction Technology & Innovation for One Stop Shopping Property Hulu Hilir maupun usulan Green Concept & Architecture oleh Tim Sansico. Harus semua bersepakat dalam MOU yang jelas. Membuat Holding atau Semesta Bersama agar tidak 2 kaki curiga bahkan saling lirik, sehingga usulan apapun dibawah itu dengan beragam anak perusahaannya dan siapapun pemimpinnya adalah hal yang dipahami dan masuk akal. Bahkan kalau perlu kita dukung sekreatif sebebas mungkin, sehingga semua dalam lingkar yang dapat dipahami percepatan bisnisnya dengan baik dan sehat. Saya ingin membangun masa depan, tapi saya juga tidak mau diidek cengele/ diinjak lehernya/ dimanipulasi/ direndahkan/ dikadali, saya masih punya martabat. Manfaatnya, dalam konteks pasar sehatjika saling dibentuk strategi yang tepat agar bisa mewujudkan Migrasi Konsumen Konstruksi Properti dan Seluruh Inovasinya dengan menang. Kesepakatan ini harus muncul seek to be the best!

Salah satu kebutuhan perusahaan jelas ingin memantabkan karyanya lebih baik, punya integritas tinggi di pasar, mendapatkan pengakuan (certified audited), mampu melakukan pelebaran skala bisnis, dan selalu mampu melakukan percepatan dengan inovasi. Kita harus mampu lari kearah sana. Cara ini kongkret mengantarkan Ajisaka dan ekosistemnya mampu menguasai pasar nasional maupun global. Di rapat sebelumnya mengarah pada Factory dan Developer. Saya mengusulkan ada pengembangan di Digital Banking Property. Pengembangannya nanti ke Mechanical Joint, Knockdown, Industri Penyambungan Rangka Baja, Connector, Developer, Provide Housing yang Affordable, Smarthome, Jualan Suhu Sebagai basis Pricing, Rumah Pinjam Pakai Digital Nomaden, dst.

Memang mindset-nya harus ada migrasi konsumen nasional ke Ajisaka atau penguatan circle subsidiary holding ini (tiga nama kombinasi usulan Ajisaka, Selarasa, maupun Lestari atau Dharma dari pak Ashar). Harus dibentuk skenario agar semua konsumen bidang konstruksi properti baik individu maupun perusahaan migrasi secara nasional dan global ke grup ini. Produk jelas kita unggulkan dari pemikiran yang terbaik di TILC/ Teaching Industry Learning Center dengan program Sustainable Infrastructure, atau CEO/ Center of Excellence maupun ERIC/ Engineering Reserach and Innovation.

Cara inovasi ini penting sebagai langkah mitigasi kenaikan harga material konstruksi properti dan rendahnya pilihan inovasi yang meminimumkan biaya secara nasional global akibat situasi krisis, distribusi, bahkan perang Rusia Ukraina. Lalu, apakah sudah ada jawabannya? Ya. Ajisaka Selarasa Lestari Smartfactory, dengan Redefining Sustainability. Sustainabilitas kita jadikan ujung tombak dalam: "Committed to Sustainable Culture and Lifestyle". Semua produk harus green tapi juga harus kuat strukturnya dan tahan gempa, manfaat ke end-user menjadi maksimal. Kalau secara keunggulan sih saya berharap kombinasi saja (ada konvergensi) antara Ajisaka Selarasa, yakni: BMW NIH, affordable, safety, zero waste, shading, ventilation, vermacular, speed/ fast, efficient, renewable energy, smart home, dan one stop financial service/ solution. Itu harapan saya, tapi kita lihat perkembangan realitas di masa yang akan datang. Sedinamis itu ataukah mulai meliuk-liuk tidak terbaca indikator ukurannya. 

Tidak ada yang menyangkal harga properti, struktur, arsitektur, dan karya konstruksinya itu mahal. Semua jelas terjadi saling hubung antara satu dengan yang lain. Itu tadi diatas masih di biaya material, belum di harga jasa, dan harga lainnya yang sudah mengalami kenaikan. Bagi saya, jelas harga mahal menarik secara margin. Harga affordable akan jadi pilihan menarik karena tidak memberatkan konsumen. Di sektor ini apakah solusi harga? Kita lihat progress tim ini kedepan bagaimana menjawab itu. Pertanyaannya, kalau ada solusi kongkret? Nah, itulah "Pemancing Migrasi Konsumen Nasional" entah individu maupun perusahaan secara lokal maupun global. 

Penutup dalam pandangan saya. Strategi tanpa taktik adalah jalan benar tapi lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi, bagi saya hanyalah kebisingan kegaduhan wacana tanpa ada kepastian kemenangan pasar. Terima kasih.


Salam,


Bahrul Fauzi Rosyidi,

Ajisaka Selarasa Lestari Group (Draft), Universitas Gadjah Mada

Tulisan dilindungi hak cipta!


Comments

Popular posts from this blog

Wake Up Call, Strategi Investasi Menikmati Hidup